Showing posts with label UKA Sertifikasi Guru. Show all posts
Showing posts with label UKA Sertifikasi Guru. Show all posts

Uji Kompetensi Guru Didukung Ikatan Guru

Ikatan Guru Indonesia (IGI) mendukung niat pemerintah melaksanakan uji kompetensi bagi guru. Namun, uji kompetensi jangan sampai menjadi "hukuman" untuk mencabut tunjangan sertifikasi guru.

"Ujian kompetensi bagi guru ini penting. Kalau guru berani menguji siswanya, maka guru harus berani diuji kompetensinya," kata Ketua IGI Satria Dharma, Rabu (27/6/2012) di Jakarta.

Satria menyatakan, selama ini IGI memang berupaya terus-menerus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. "Ujian kompetensi dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi guru Indonesia," ujar Satria.

IGI berharap uji kompetensi dan pendidikan dan pelatihan (diklat) guna meningkatan mutu guru bisa dilakukan rutin agar profesionalitas guru terjaga. IGI, kata dia, berpandangan jangan sampai uji kompetensi ini hanya dilakukan untuk menguji satu kompetensi saja.

Empat kompetensi mesti dilihat hasilnya, yakni kompetensi profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian. Di aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan terapi meningkatkan kompetensi gurunya.

IGI keberatan jika uji kompetensi dikaitkan dengan pembayaran tunjangan sertifikasi guru. "Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas guru," kata Satria.

Menanggapi berbagai penolakan guru atas uji kompetensi ini, Satria menyatakan tidak berseberangan. "Kami tidak berseberangan dengan teman-teman organisasi guru lainnya. Kami justru mendukung upaya kritis itu," kata Satria.

Satria menegaskan, IGI mendukung setiap upaya siapa pun untuk melakukan peningkatan mutu guru, baik itu pemerintah, swasta, atau pribadi-pribadi. "Tapi IGI menolak politisasi setiap peningkatan profesionalitas guru," ujarnya Satria.

Sementara itu, Dewan Pembina IGI Ahmad Rizali mengatakan, peningkatan kualitas dan profesionalitas guru memang tidak mudah dan sering kali melewati jalan terjal. "Kami konsisten dengan ikhtiar kami kepada bangsa ini untuk terus-menerus memperbaiki mutu guru," tutur Ahmad.
Read More ...

Jadwal Uji Kompetensi Guru 2012

Uji Kompetensi Guru 2012 bagi guru bersertifikat dijadwalkan pada akhir bulan Juli - September 2012 yang akan dilaksanakan secara bertahap. Walaupun ada pro kontra namun Uji kompetensi guru masih dibutuhkan untuk pemetaan kompetensi guru yang menjadi titik awal pembinaan dan penilaian kinerja guru.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mewajibkan guru untuk mengikuti uji kompetensi. Untuk tahun ini, uji kompetensi bagi guru bersertifikat diikuti 1.020.000 guru di jenjang TK-SMA/SMK sederajat.

Berikut kami sampaikan Jadwal Uji Kompetensi Guru 2012 :

Jadwal Penting

Uji kompetensi guru Akhir Juli - September 2012
Peserta Guru bersertifikat*)


*)Guru bersertifikat adalah semua guru yang sudah mengantungi sertifikat sebagai pendidik profesional pada akhir Juli. Pelaksanaan uji kompetensi guru bersertifikat ini untuk dasar pembinaan dan penilaian kinerja, tanpa ada konsekuensinya dengan pembayaran tunjangan profesi pendidik yang sudah mereka terima.

Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, Syawal Gultom, di Jakarta, Senin (9/7/2012), mengatakan, uji kompetensi guru bersertifikat yang pertama untuk guru SMP.

Sampai saat ini, terdata 3.000 lokasi ujian. "Lalu nanti bergantian yang TK, SD, dan SMA/SMK sampai September. Sekarang, guru-guru yang harus ikut uji kompetensi sedang diverifikasi," kata Syawal.

Terkait adanya ancaman boikot sejumlah organisasi guru, Syawal meminta guru untuk tidak khawatir dengan uji kompetensi ini karena tujuannya untuk pemetaan, bukan kelulusan atau berkaitan dengan pembayaran tunjangan profesi guru.

"Uji kompetensi guru wajib buat guru. Yang tidak ikut rugi karena nanti tidak memiliki dasar untuk pembinaan yang juga sebagai syarat untuk penilaian kinerja guru yang dimulai tahun 2012," ujar Syawal.

Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemendikbud, menambahkan, pihaknya membuat 189 model bidang studi. Di antaranya, 121 bidang keahlian di SMK.

Untuk tiap model dibuat tiga paket, baik yang secara online maupun offline. "Cara ini untuk mencegah kecurangan di antara para guru," ujar Unifah.

Menurut Unifah, uji kompetensi guru ini memang menilai kemampuan pedagogik dan profesional. Namun, data uji kompetensi guru hanya sebagai data awal.

Nanti, dalam penilaian kinerja guru ada empat kompetensi guru, mulai dari kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial juga dinilai secara berkala oleh kepala sekolah, guru senior, dan pengawas.

Uji Kompetensi Guru Tetap Dibutuhkan



Uji kompetensi bagi guru didukung jika tujuannya untuk meningkatkan kualitas guru. Karena itu, uji kompetensi guru jangan dijadikan ”hukuman” untuk menunda atau mencabut tunjangan profesi pendidik.

”Ujian kompetensi bagi guru ini penting. Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk mengetahui aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi guru,” kata Ketua Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma pekan lalu di Jakarta.

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, uji kompetensi memang harus dilakukan untuk guru, tetapi jangan dikaitkan dengan sertifikasi. ”Jika pemerintah serius, adakan uji kompetensi untuk semua guru supaya data yang didapat lengkap.”

Menanggapi berbagai penolakan guru atas uji kompetensi ini, Satria menyatakan tidak berseberangan. ”Kami tidak berseberangan dengan teman-teman. Kami justru mendukung upaya kritis itu. Sebab, jangan sampai uji kompetensi ini hanya dilakukan untuk menguji satu kompetensi,” ujar Satria.

Perubahan PLPG

Peserta sertifikasi guru melalui jalur pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) yang tidak lulus ujian diberikan kesempatan mengulang. Kelulusan ujian sertifikasi melalui PLPG ditentukan oleh syarat-syarat tertentu, antara lain ujian tulis dan praktik.

”Ini kebijakan dari pemerintah pusat,” kata Pembantu Rektor I Universitas Sebelas Maret Sutarno.

Mulai tahun ini juga dilakukan perubahan kurikulum. Hal itu misalnya untuk penguatan materi bidang studi atau kompetensi profesional, dari semula 10 jam menjadi 25 jam. (ELN/EKI)

Read More ...

Sekitar 58 orang Guru di Wonogiri Tak Lolos UKA

Sebanyak 58 guru dari berbagai tingkatan di Wonogiri tak lolos tes uji kompetensi awal (UKA) yang dilakukan 25 Februari tahun ini.

Mereka yang tak lolos UKA akan diprioritaskan menjadi peserta pada tahun depan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, H Siswanto saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (30/3/2012).

Mayoritas guru yang tak lolos didominasi oleh guru sekolah dasar (SD). Salah satu faktor ketidaklolosan mereka di antaranya karena faktor usia yang sudah tua.

Sementara 858 guru berhak mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) yang jadwalnya masih menunggu pemberitahuan dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan).

“Bagi yang tak lolos UKA tahun ini akan ada pembinaan dari disdik, akan diberi pembekalan lagi agar lolos dan 2013 akan diprioritaskan mengikuti UKA,” ujarnya.

Selain faktor usia, faktor lainnya, Lanjut Siswanto, adalah kekurangcermatan peserta dalam melingkari jawaban soal. Menurutnya, hasil analisa tim penilai UKA pusat terungkap rata-rata nilai kelolosan peserta UKA sekitar 42%. Artinya, dari 100 soal hanya 42 soal yang benar.

“Yang jeblok justru pengawas karena dari 100 soal hanya dua nomer yang benar. Kondisi itu berbalik dengan kemampuan guru TK. Menurut analisa tim pemerintah pusat guru TK lolos 100% atau semua soal dijawab dengan benar. Kami meyakini analisa itu. Guru berusia muda memiliki prosentase besar untuk lolos karena masih fresh.”

Sementara itu, salah seorang peserta UKA, Yono mengaku kesulitan mengakses pengumuman yang dikabarkan di-upload di internet. Terkait keluhan itu, Koordinator UKA Disdik Wonogiri, Tunggal Widodo menyatakan, disdik telah menempel hasil UKA di papan pengumuman.

“Silakan melihat papan pengumuman di Kantor UPT Disdik di masing-masing kecamatan atau di Kantor Disdik Wonogiri. Hasil pengumuman secara manual sudah ditempel. Untuk hasil yang harus diakses melalui internet memang ada trouble.”
Read More ...

Sekitar 4,94% Guru Tak Lulus Uji Kompetensi Awal

Sebanyak 1.840 guru di Jawa Tengah yang merupakan peserta Ujian Kompetensi Awal (UKA) sertifikasi 2012, tidak lolos seleksi.

Di Kota Semarang terdapat 79 orang yang tidak lolos untuk mengikuti proses selanjutnya, yakni Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

Berdasarkan data Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng sebagai penyelenggara UKA 2012, dari total 37.211 pendidik yang mengikuti ujian, terdaftar 35.371 peserta dinyatakan lulus. Sementara 1.840 guru tidak lulus UKA dan tidak bisa mengikuti sertifikasi jalur PLPG tahun 2012.

Penanggung jawab UKA Jateng 2012 Tartib Supriadi mengatakan, yang tidak lulus adalah 4,94% dari total jumlah peserta UKA 2012. Mereka tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng.

''Hasil tersebut telah diumumkan pada 22 April lalu melalui online. Pengumuman itu mundur dua hari dari jadwal yang ditentukan pada aturan penyelenggaraan UKA 2012, mengingat panitia pusat harus melakukan pemerataan kuota sertifikasi di seluruh provinsi berdasarkan passing grade atau tingkat nilai kelulusan guru,'' kata dia yang juga Kabid Pemetaan Mutu dan Supervisi LPMP Jateng itu.

Bisa Mengulang

Di Jateng ada tiga kabupaten/kota yang meraih hasil atau nilai di atas rata-rata nasional, yakni Kota Solo, Kota Magelang, dan Kabupaten Banyumas.

Untuk di Kota Semarang, dari 2.374 peserta UKA yang dinyatakan lulus 2.275 orang, sedangkan sisanya tidak lolos, termasuk mereka yang tidak hadir pada ujian utama maupun susulan.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Semarang Tri Waluyo mengatakan, mereka yang mengikuti pelaksanaan ujian tetapi tidak lulus ada 79 guru, sedangkan yang tidak hadir dalam UKA ada 20 orang.

''Yang tidak hadir juga dinyatakan tidak lulus atau dianggap mengundurkan diri. Alasan lainnya mereka tidak mengikuti ujian, karena tidak sesuai dengan ijazah mengajar dan tidak memberikan keterangan,'' ungkapnya.

Bagi peserta yang tidak lulus ataupun tidak hadir pada UKA 2012, dapat mengikuti dan mengulang di seleksi UKA tahun 2013. UKA merupakan seleksi awal bagi guru yang akan mengikuti proses sertifikasi sebelum menempuh PLPG.
Read More ...

Kualitas Guru Pengaruhi Mental Siswa Hadapi UN

Rendahnya peringkat guru di Sumut dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru 2012 membuktikan rendahnya kualitas pendidikan guru di Sumatera Utara.
Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kejiwaan para siswa saat menghadapi Ujian Nasional yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

"Kita harapkan hasil ini nantinya tidak membebani para siswa dalam pelaksanaan UN yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Karena melihat kenyataan ini secara psikologi dapat mempengaruhi kepercayaan siswa dalam menghadapi pelaksanaan UN," ujar Pembantu Rektor I Unimed, Khairil Ansari, Selasa (20/3).

Khairil juga mengaku prihatin atas keadaan tersebut, apalagi Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam ini diketahui sebagai penghasil sejumlah guru di Kota Medan.
Meskipun begitu, bilang Khairil, Unimed harus melihat terlebih dahulu seluruh hasil UKA yang diumumkan oleh pusat, untuk mengetahui berapa jumlah guru tamatan Unimed yang mendapatkan hasil buruk.

"Sebagai pencetak guru kita harus intropeksi diri. Apalagi pada tahun 2011 lalu, hasil ujian nasional siswa kita terlalu dibanggakan karena berada di posisi tiga besar untuk tingkat nasional. Tapi dengan hasil UKA ini berbanding terbalik dengan hasil yang telah kita raih sebelumnya," ungkap Khairil.

Sebenarnya, bilang Khairil, Unimed memang menghasilkan mahasiswa menjadi seorang guru. Namun setelah mahasiswa tamat dan menjadi guru, yang mendidik selanjutnya adalah dinas pendidikan.

"Apakah muatan lokal yang telah didapatkan para guru dalam bangku kuliahan masih diterapkan dan dilanjutkan lagi saat di dinas, kita kan tidak tahu," ucapnya.

Bahkan terkait faktor usia, dalam hal ini Khairil menilai faktor usia seharusnya tidak bisa dijadikan sebagai alasan utama dalam menghambat keberhasilan para guru mengikuti ujian.

Karena, menurutnya, semakin bertambahnya usia maka akan bertambah pengalaman mengajar dan pastinya menambah keilmuan yang dimilikinya. "Penurunan daya pikir memang ada. Namun bagi substansi keilmuan, materi yang diberikan kepada guru dalam uji kompetensi sesuai dengan tingkat kesulitan untuk seorang guru," ujarnya.

Sementara itu Kabid PMPTK Disdiksu, Eduard Sinaga menilai, rendahnya kualitas guru ini ditenggarai akan lemahnya kepedulian pemerintah kabupaten kota dalam hal ini Dinas Pendidikan dalam mendukung penyelanggaran kompetensi guru.

Selain itu dinas penidikan kabupaten/kota juga dianggap kurang memahami tugas dan kewenangannya dalam penyelanggaran pembangunan pendidikan khusunya peningkatan mutu penidikan.

"Hal ini dapat kita lihat jika dinas pendidikan kabupaten/ Kota sangat jarang melakukan kegiatan yang berorientasi kepada mutu guru. Bahkan terhadap pemberdayaan pengawas sekolah yang belum optimal," ujarnya

Masih menurut Eduard, Pemerintah Provinsi dalam hal ini tidak memiliki wewenang penuh dalam peningkatan kualitas kompetensi guru. Namun tidak terlepas dari itu, sambung Eduard, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara telah memiliki konsep peningkatan kualitas guru, yakni dengan melaksanakan program S1 yang bekerjasasama dengan beberapa Perguran Tinggi (PT).

"Program ini bahkan telah kita lakukan sejak bebrapa tahun belakangan. Akan tetapi dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota terkesan masih terlalu berharap dengan provinsi, padahal seharusnya pemerintah kabupaten kota juga bisa memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan kualitas kompetensi guru lewat program-program lainnya," ucap Eduard.

Dalam hal ini upaya yang seharusnya dilakukan pemerintah kabupaten/kota , sambung Eduard, yakni melaksanakan kegiatan pelatihan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas mutu kontinue baik guru mata pelajaran maupun guru kelas. Tidak kalah pentingnya pemberdayaan pengawas untuk melakukan monitoring atas kinerja guru.

"Karena kita ketahui bahwa kualitas dan komitmen guru sangat mempengaruhi terhadap mutu siswa. Seandainya kualitas guru baik maka siswa yang dihasilkan bisa jauh lebih baik. Namun jika kualitas guru rendah maka kualitas siswa didik yang dihasilkan juga akan rendah," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dewan Pendidikan Medan, Adi Munasip Menurut Adi, peringkat yang sangat rendah diraih para guru Sumatera Utara ini, sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap kualitas siswa didiknya.

"Sangat aneh jika nantinya kualitas murid akan lebih baik dibandingkan gurunya. Karena banyak orang yang akan meragukan hasil bagus yang bisa diraih siswa didik kita dengan kualitas guru yang rendah," ucapnya.

Menurutnya, dalam hal ini pemerintah kabupaten kota harus memiliki aturan tegas dalam upaya peningkatan kualitas guru. Mengingat selama ini, bilang Adi, kota Medan belum memiliki Perda khsusus yang mengatur pendidikan.

"Sehingga untuk pelatihan guru selama ini belum bisa berjalan efektif karena tidak ada bentuk evaluasi yang rutin dilakukan. Untuk itu perlu ada keterlibatan semua komponen, dalam menciptakan peningkatan kualitas penidikan di Sumut yang dimulai dari dua faktor terpenting yakni siswa dan guru," ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI )Medan, Rahman Siregar saat dikonfirmasi mengenai hal itu, mengaku tidak ingin berkomentar sebelum dikeluarkannya hasil pengumuman seluruh peserta UKA oleh kementrian pendidikan. "Kami akan memberikan komentar jika mengetahui hasil pengumuman seluruhnya yang akan diumumkan pada kamis (22/3) mendatang," sebutnya.
Read More ...

Kisi-Kisi Uji Kompentensi Awal untuk Guru SD/MI

Jika biasanya guru-guru mengawasi ujian nasional (UN‭)‬,‭ ‬kini mereka yAng diawasi kali ini mereka diawasi dalam rangka Ujian Kompetesi(UK‭)‬.‭ ‬Ujian yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut sebagai salah satu syarat bagi guru yang akan mngikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru(PLPG‭) ‬atau sertifikasi.

‏UK yang pertamakalinya digelar Kemdikbud tersebut di Kota Bandung sendiri diikuti,‭ ‬3035‭ ‬peserta dari guru TK,‭ ‬SD,‭ ‬SMP,‭ ‬SMA/SMK.‭ ‬Dalam UK tersebut guru diberikan waktu dua jam pelajaran untuk menjawab‭ ‬100‭ ‬pertanyaan pilihan ganda.‭ ‬Yang terdiri dari‭ bahasa indonesia,‭ ‬matematika,‭ ‬IPS dan IPA.‭


Download Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru SD/MI


  1. Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru Kelas SD, Download | View

  2. Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru Kelas SDLB, Download | View


Read More ...

Uji Kompetensi Berlangsung Jujur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengklaim pelaksanaan Uji Kompetensi Awal (UKA) guru 2012 telah berjalan sesuai yang diharapkan. Menurutnya, rendahnya hasil rata-rata nasional merupakan tolak ukur pelaksanaan UKA berjalan dengan jujur.

"Saya memprediksi pelaksanaan ini jujur karena banyak yang nilainya jelek. Memang, itu tidak berarti nilai yang baik prosesnya tidak jujur, tapi setidaknya gambaran ini cukup realistis," kata Nuh kepada para wartawan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (16/3/2012).

Hal ini, kata Nuh, sekaligus menepis anggapan sejumlah pihak yang pesimistis pelaksanaan UKA berjalan dengan jujur dan melahirkan hasil kredibel. Seperti diberitakan, Kemdikbud telah merilis hasil rata-rata UKA 2012. Dari situ diketahui hasil rata-rata UKA secara nasional masih sangat rendah, yakni 42,25 dengan nilai tertinggi 97,0 dan nilai terendah 1,0.

Adapun hasil rata-rata itu berasal dari UKA seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai SMA. Tahun ini sebanyak 285.884 guru tercatat sebagai pendaftar UKA. Akan tetapi, hanya 281.016 (98 persen) peserta yang mengikuti, sementara sisanya sebanyak 4.868 (1,70%) batal mengikuti dengan berbagai alasan.

UKA 2012 dilaksanakan dengan tujuan melakukan pemetaan, seleksi kelayakan, dan sebagai tiket seorang guru masuk ke proses selanjutnya sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak mendapatkan tunjangan profesi. Karena untuk mendapatkan tunjangan profesi, masing-masing guru harus melewati UKA, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dan Uji Kompetensi Akhir.

Guru yang berhasil lolos seleksi akhir dinyatakan sebagai guru profesional dan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji (guru PNS), atau Rp 1,5 juta (untuk guru non PNS). Tahun ini, Kemdikbud berencana memberikan sertifikasi kepada 250 ribu guru di seluruh Indonesia.
Read More ...

100‭ ‬Soal Ujian Kompetensi Guru Diujikan

Jika biasanya guru-guru mengawasi ujian nasional (UN‭)‬,‭ ‬kini mereka yAng diawasi kali ini mereka diawasi dalam rangka Ujian Kompetesi(UK‭)‬.‭ ‬Ujian yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut sebagai salah satu syarat bagi guru yang akan mngikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru(PLPG‭) ‬atau sertifikasi.

Update :





‏UK yang pertamakalinya digelar Kemendiknas tersebut di Kota Bandung sendiri diikuti,‭ ‬3035‭ ‬peserta dari guru TK,‭ ‬SD,‭ ‬SMP,‭ ‬SMA/SMK.‭ ‬Dalam UK tersebut guru diberikan waktu dua jam pelajaran untuk menjawab‭ ‬100‭ ‬pertanyaan pilihan ganda.‭ ‬Yang terdiri dari‭ bahasa indonesia,‭ ‬matematika,‭ ‬IPS dan IPA.‭

“Lumayan agak sulit juga,‎ ‏namun memang tidak jauh berbeda dengan materi ajar sehari-hari,‭” ‬ujar salah satu guru,‭ ‬Sri dari SD Jatayu,‭ ‬yang ditemui usai pelaksanaan UK di SMAN‭ ‬5‭ ‬Jalan Belitung. ‏Guru yang mengajar kelas dua tersebut mengaku meski merupakan materi ajar sehari-hari namun merupakan materi ajar kelas‭ ‬5-6.

‏Guru SD Cicadas‭ ‬Endang Subandi mengatakan jika waktu pengerjaan matematika dianggapnya tkurang,‭”‬Waktu pengerjaan matematikanya kurang,‭ ‬namunkarena syarat PLPG sekarang mau tidak mau saya harus berusaha keras,‭” ‬terangnya.‭

Sementara itu Koordinator Lokasi Ujian SMAN‎ ‏5,‎ ‏Jumdiat Marzuki‭ ‬mengatakan jika pelaksanaan UK tersebut akan ada ujian susulan bagi yang tidak bisa mengikuti ujian saat ini,‭ “‬Pelaksanaannya akan dilakansakan pada tanggal‭ ‬29‭ ‬Febuari mendatang,‭” ‬katanya. ‏Sementara itu,‭ ‬untuk SMA‭ ‬5‭ ‬sendiri,‭ ‬ruangan yang dipergunakan sebanyak‭ ‬30‭ ‬ruangan‭ ‬sementara di SMAN‭ ‬3‭ ‬sebanyak‭ ‬25‭ ‬ruang.‭

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung,‎ ‏Oji Mahroji mengatakan,‭ ‬uji kompetensi awal untuk memastikan profesionalitas guru.‭ ‬“Upaya ini dilakukan untuk mengetahui secara persis guru yang akan mendapatkan sertifikasi.‭ ‬Yakni,‭ ‬dilihat dari kompetensi dasarnya apakah sudah memenuhi syarat sebagai tanggung jawab profesi,‭” ‬ujarnya.‭

Ia memaparkan,‎ ‏lembaga penyelenggara tersebut dipercayakan Kemendiknas ke dinas pendidikan kab/kota.‭ ‬Dan Kota Bandung sendiri akan dilaksanakan di enam lokasi yang menguji kan profesionalme guru dan juga kemampuan pedagogiknya.

“‏Mereka akan diujikan di enam lokasi yakni di SMAN‭ ‬3,‭ ‬5,‭ ‬8,‭ ‬22‭ ‬dan SMPN‭ ‬2‭ ‬serta‭ ‬5‭ ‬di enam lokasi,‭ ‬dengan pengawas satu sampai dua‭ ‬orang setiap ruangan.‭ ‬Satu ruang ujian sendiri akan di isi oleh‭ ‬20‭ ‬orang.‭ ‬Dengan waktu yang disediakan dua jam,‭” ‬terangnya.

‏Uji kompetensi yang baru pertama kalinya diselenggrakan pemerintah tersebut akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan diwajibkan bagi guru yang akan melaksanakan PLPG.‭ “‬Bagi guru yang tidak memenuhi kompetensinya,‭ ‬selanjutnya akan dilakukan pendampingan oleh Disdik sampai ia bisa lulus uji kompetesi,‭” ‬katanya.

Namun memang bagi guru yang dinyatakan tidak lulus bisa mengikuti ujian kompetesi pada tahap berikutnya,‭ ‬hingga ia dinyatakan lulus.‭
Read More ...

Kisi-Kisi Uji Kompentensi Awal (UKA) Guru

Uji kompetensi awal (UKA) bagi guru merupakan sebuah proses melalui pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), yang ingin memastikan bahwa seseorang itu profesional sebagai guru.

Oleh karena itu guru sebagai profesi itu harus profesional dan memenuhi seluruh persyaratan dan harus di-certified. Menteri Nuh menjelaskan, ada empat ranah yang akan diujikan , yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi akademik, kompetensi institusional, dan kompetensi profesi. Karena itulah, uji kompetensi dilakukan untuk melihat kompetensi seseorang apakah sudah memenuhi empat ranah tersebut. Nah guna mempersiapkan Uji Kompentensi Awal (UKA) Guru silakan download dan pelajari Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru.

Kisi-kisi UKG Guru 2012, Klik disini



Download Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru



  • Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah), Download area

  • Kisi-Kisi Uji Kompentensi Awal untuk Guru SMP/MTs (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah)

  • Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)

  • Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru SMA/MA (Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah)

  • Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal untuk Guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini)


Uji kompetensi juga dilakukan untuk memastikan orang yang masuk ke dalam PLPG, apakah sudah memenuhi persyaratan minimal yang harus dipenuhi. Jika peserta sudah memenuhi standar minimal dan mendapat sertifikasi, berarti dia dianggap sudah profesional secara administratif.

Jika setiap tahun penambahan anggaran untuk sertifikasi guru mencapai minimal Rp14 triliun rupiah, maka diperkirakan pada 2014, anggarannya mencapai Rp41 triliun. Dari perspektif anggaran, kementerian harus bertanggung jawab atas pengeluaran anggaran yang dikeluarkan, sehingga uji kompetensi harus bisa berjalan dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan.
Read More ...

286 Ribu Peserta Ikuti Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru

Kegiatan uji kompetensi awal bagi para guru yang telah memenuhi syarat akan dilaksanakan serentak pada 25 Februari 2012 dipusatkan di kabupaten kota seluruh Indonesia. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) akan mengoordinasikan bersama dengan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK), dan dinas pendidikan di kabupaten kota. Uji kompetensi diikuti 286 ribu orang peserta.

Untuk memastikan profesionalitas guru, sebelum masuk proses sertifikasi dilakukan uji kompetensi awal. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui secara persis guru yang akan mendapatkan sertifikasi. Dilihat dari kompetensi dasarnya, apakah sudah memenuhi syarat sebagai tanggung jawab profesi. "Kami ingin memastikan dengan uji kompetensi awal. Nantinya di dalam proses PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) itu kami bisa melakukan secara efektif karena sudah tahu petanya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada Rapat Koordinasi Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan Pemerintah Kabupaten Kota Se-Jawa Barat di LPMP Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/02).

Dari peta tersebut dapat dilihat kelebihan dan kelemahan para guru untuk dilakukan perbaikan. Bagi guru yang tidak lulus diberikan pendampingan dan pelatihan untuk perbaikan kompetensi guru. "Dengan uji kompetensi ini kami tahu persis peta kemampuan dari sang guru tidak hanya di tingkat kabupaten kota, tetapi secara nasional," tutur Menteri Nuh.

Uji kompetensi awal dilakukan bukan untuk mempersulit, tetapi memastikan peserta didik tidak diajar oleh guru-guru yang tidak kompeten. Mendikbud mengilustrasikan, dokter yang tidak profesional akan menyebabkan malpraktik. Tetapi kalau guru tidak profesional dan terjadi malmengajar, yang mati adalah akal dan hati dari sang anak. "Sepanjang hidup dari sang anak itu menjadi persoalan," katanya.

Mendikbud menyebutkan, secara nasional, dengan adanya sertifikasi guru, biaya yang dikeluarkan negara hampir mencapai Rp160 triliun dan setiap tahunnya bertambah Rp15 triliun. Tunjangan profesi yang diberikan tidak sebatas bagi guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tetapi juga non-PNS. "Tidak apa-apa dibayar mahal asal kualitasnya bagus karena kita punya tanggung jawab. Jangan sampai gaji dinaikkan, tetapi tidak diikuti dengan kualitas," katanya.
Read More ...

Guru Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian Kompetensi Awal

Dalam kondisi tubuh yang kurang sehat, Supron Ridisno (40), guru SLB Bina Insani, Bandar Lampung, tetap menjalani uji kompetensi awal di SMPN 25 Bandar Lampung, Sabtu (25/2/2012) ini.

Supron yang mengalami masalah penglihatan. didampingi panitia mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan guru kelas SLB. Guru yang sudah 13 tahun mengajar siswa SLB ini mengerjakan soal di ruang terpisah.

"Sebenarnya saya kurang sehat ketika ujian. Tapi saya berharap tetap bisa lulus," kata Supron.

Supron sebenarnya mendapat panggilan sertifikasi pada tahun lalu, namun berhalangan. Pada tahun ini, peserta yang layak ikut sertifikasi harus ikut uji kompetensi awal (UKA). Jika lulus, baru guru bisa ikut pendidikan dan latihan profesi guru atau PLPG.

Supron mengaku tak punya persiapan khusus menghadapi UKA. Dia hanya mempelajari kisi-kisi soal yang diberikan pemerintah pusat.
Read More ...
 
About | Privacy | Disclaimer
© Copyright web.edikomputer.com™ 2011 - All rights reserved.

Design by : edikomputer template editchil v.1.0